Load Balance PCC
Load Balance PCC (Per Connection Classifier) adalah teknik pada MikroTik untuk mendistribusikan beban trafik internet melalui dua jalur (ISP) atau lebih agar penggunaan bandwidth lebih optimal dan seimbang
Metode ini bekerja dengan cara mengelompokkan trafik yang masuk atau keluar router menjadi beberapa kelompok (stream) berdasarkan kriteria tertentu, lalu mengarahkannya ke gateway yang berbeda.
Cara Kerja PCC
PCC bekerja dengan menganalisis kolom header paket data (seperti alamat IP atau port) untuk menentukan jalur koneksi:
- Identifikasi Koneksi: Router memeriksa atribut paket seperti Source Address, Destination Address, serta Source Port atau Destination Port.
- Pembagian Grup: Trafik dipisahkan menjadi beberapa grup sesuai dengan jumlah ISP yang tersedia. Misalnya, jika ada 2 ISP, trafik akan dibagi menjadi 2 grup besar.
- Konsistensi Jalur: Salah satu keunggulan utama PCC adalah kemampuannya menjaga agar paket data yang berasal dari satu koneksi yang sama tetap melewati gateway yang sama selama sesi berlangsung. Hal ini sangat penting untuk menjaga kestabilan akses ke situs yang membutuhkan keamanan tinggi, seperti Mobile Banking atau HTTPS.
Keuntungan Menggunakan PCC
- Meningkatkan Throughput: Anda dapat menggabungkan bandwidth dari beberapa ISP sehingga total kecepatan internet yang dirasakan pengguna meningkat.
- Fitur Failover: Jika salah satu ISP mengalami gangguan, router dapat secara otomatis mengalihkan seluruh trafik ke ISP yang masih aktif sebagai cadangan.
- Menghindari Overload: Mencegah penumpukan beban hanya pada satu jalur ISP sementara jalur lainnya tidak terpakai.
- Latensi Rendah: Dibandingkan dengan metode lain seperti NTH, PCC sering dianggap memiliki performa lebih tinggi dan latensi lebih stabil karena pengelompokan koneksinya yang lebih cerdas.
1. Penamaan Interface dan Buat Address List
Pastikan nama interface memudahkan Anda:
ether1-WAN1: Jalur ke ISP 1ether2-WAN2: Jalur ke ISP 2ether3-LAN: Jalur ke Jaringan Lokal
Buat kelompok IP Lokal dengan Address List
/ip firewall address-list
add address=192.168.1.0/24 list=lokal
2. Konfigurasi IP Address & NAT
Pastikan IP dari masing-masing ISP sudah terpasang dan buat aturan NAT agar klien bisa internetan:
/ip firewall nat
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether1-WAN1
add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether2-WAN2
3. Membuat Aturan Mangle (PCC)
Ini adalah bagian inti untuk membagi trafik menjadi 2 jalur secara adil:
/ip firewall mangle
# 1. Menandai koneksi yang masuk dari luar agar kembali ke jalur yang sama
add action=mark-connection chain=input in-interface=ether0-WAN-01 \
new-connection-mark=Koneksi-WAN1 comment="PCC BW (TANDAI KONEKSI DARI UPLINK)"
add action=mark-connection chain=input in-interface=ether1-WAN-02 \
new-connection-mark=Koneksi-WAN2
add action=mark-routing chain=output connection-mark=Koneksi-WAN1 \
new-routing-mark=pcc-WAN1
add action=mark-routing chain=output connection-mark=Koneksi-WAN2 \
new-routing-mark=pcc-WAN2
# 2. Pembagian Trafik PCC (2 ISP)
add action=accept chain=prerouting dst-address-list=lokal comment="PCC BW (PEMBAGIAN TRAFFIK)"
add action=mark-connection chain=prerouting dst-address-list=!lokal \
dst-address-type=local hotspot=auth new-connection-mark=Koneksi-WAN1 \
per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/0 src-address-list=\
lokal
add action=mark-connection chain=prerouting dst-address-list=!lokal \
dst-address-type=local hotspot=auth new-connection-mark=Koneksi-WAN2 \
per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/1 src-address-list=\
lokal
# 3. Memberikan Mark Routing berdasarkan tanda koneksi di atas
add action=mark-routing chain=prerouting connection-mark=Koneksi-WAN1 \
dst-address-list=!lokal new-routing-mark=pcc-WAN1 src-address-list=lokal
add action=mark-routing chain=prerouting connection-mark=Koneksi-WAN2 \
dst-address-list=!lokal new-routing-mark=pcc-WAN2 src-address-list=lokal
4. Pengaturan Routing (Default Gateway)
Arahkan trafik berdasarkan routing-mark yang sudah dibuat:
/ip route
add check-gateway=ping comment="ROUTING WAN-01" disabled=no distance=1 \
dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 routing-table=main scope=30 \
suppress-hw-offload=no target-scope=10
add check-gateway=ping comment="ROUTING WAN-02" disabled=no distance=1 \
dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 routing-table=main scope=30 \
suppress-hw-offload=no target-scope=10
add check-gateway=ping disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0 gateway=\
192.168.1.1 routing-table=pcc-WAN1 scope=30 suppress-hw-offload=no \
target-scope=10
add check-gateway=ping disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0 gateway=\
192.168.2.1 routing-table=pcc-WAN2 scope=30 suppress-hw-offload=no \
target-scope=10